"Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!" (Mazmur 42:12). Ingatlah bahwa berharap kepada Allah tidak akan pernah berakhir percuma. "Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."
“Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!” Mazmur 42:6 “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!” Amsal 10:28
42:6 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! 42:7 Jiwaku tertekan dalam diriku, sebab itu aku teringat kepada-Mu dari tanah sungai Yordan dan pegunungan Hermon, dari gunung Mizar.
Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada Tuhan! Mazmur 31:24. Sesungguhnya, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya. Mazmur 33:18. Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah!
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! Ayat ini mengingatkan supaya kita mengarahkan hati kita kepada Tuhan. Karena hanya Tuhan saja yang sanggup memulihkan sebesar apapun rasa kecewa kita. Mazmur 91: 1-3
Mazmur 42:6Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! Ada orang tertentu yang sangat suka suasana sepi. Dia begitu menikmati dalam kesepian. Namun lebih banyak orang merasa
B. Penjelasan/Pesan Berita. Kita akan membagi dua (2) Mazmur 42 ini, yaitu (1) Kerinduan akan Allah; dan (2) Perasaan tertekan karena jauh dari Allah. Kerinduan akan Allah (42:2-6) Pemazmur mengekspresikan kerinduannya akan Allah dengan kiasan “rusa yang merindukan sungai yang berair”. Tentu kiasan ini bukan hal yang baru atau asing bagi
.