Advertisement Mobil saat ini, layak disebut sebagai benda elektronik. Pasalnya, ada banyak sekali komponen elektronika yang digunakan untuk mendukung kinerja mesin. Hasilnya memang cukup memuaskan. Bila dulu, mesin mobil identik dengan suara yang bising dan gas buang yang buruk. Saat ini, mesin mobil sudah 180 derajat berbeda. Mesin modern sudah mengusung gas buang ramah lingkungan dengan suara yang nyaris tak terdengar. Berbagai inovasi telah dilakukan untuk menjadikan hal tersebut. Salah satu perubahan dalam dunia otomotif yaitu, masuknya komponen elektrikal. Sebenarnya, mesin dahulu juga sudah mengaplikasikan komponen elektronik. Namun masih sangat sederhana. Saat ini, komponen elektronik pada mobil bisa disamakan pada rangkaian elektronik pada komputer. Berbagai sensor telah diaplikasikan pada satu unit. Pada bagian mesin saja, terdapat sekitar puluhan sensor yang membuat kinerja mobil semakin sempurna. Apa saja sensor pada mesin itu? Simak 19 sensor pada mesin yang layak anda ketahui. 1. IAT Intake Air Temperature IAT adalah kependekan dari Intake Air Temperatur sensor ini berfungsi untuk mengukur suhu udara yang akan masuk kedalam intake manifold. Biasanya, sensor ini terletak berdekatan dengan filter udara. 2. MAF Manifold Air Pressure Sensor selanjutnya, adalah MAF sensor Mass Air Flow beberapa menyebutnya sebagai Air Flow meter. Sesuai namanya, sensor ini akan menghitung massa udara yang akan masuk kedalam intake melalui aliran udara tersebut. 3. TPS Throtle Position Sensor TPS Throtle position sensor adalah sensor yang akan anda temui berikutnya pada mobil yang telah mengusung sistem EFI. Fungsi sensor ini adalah untuk mengukur sudut buka katup gas. Nantinya data ini akan digunakan untuk menentukan banyaknya bahan bakar yang akan diinjeksikan ke mesin. Pada kendaraan yang mengusung DBW Drive by-wire juga menggunakan TPS untuk mengoreksi kinerja DBW 4. MAP Manifold Air Pressure MAP adalah singkatan dari Manifold Air Pressure. Ini adalah sensor yang digunakan untuk mengukur tekanan udara didalam intake manifold/kevakuman intake manifold. Sensor ini akan menggantikan vacum advancer pada pengapian konvensional yang akan mengatur timing pengapian berdasarkan beban mesin. 5. CKPs Crankshaft Position sensor Crankshaft Position Sensor atau disingkat CKPs, adalah sensor yang berfungsi untuk mengetahui kecepatan mesin RPM. Sensor ini biasanya terletak dibagian blok mesin. CKPs memanfaatkan perpotongan ggm untuk mengetahui kecepatan mesin. Nantinya data dari CKPs akan digunakan untuk menentukan beberapa sistem seperti sistem pengapian dan sistem pengisian. 6. CMPs Camshaft Position sensor Sensor ini pada dasarnya sama dengan CKPs. Namun, Camshaft position sensor digunakan pada camshaft dan terletak di head cylinder. Fungsi utama sensor ini adalah untuk mengetahui posisi "top" pada salah satu silinder. Posisi "top" adalah kondisi dimana piston disalah satu silinder berada pada posisi akhir kompresi dan akan melakukan proses usaha. Biasanya, CMPs akan menentukan posisi "top" pada silinder satu. Nantinya data ini berguna untuk menentukan timing dasar sistem pengapian. 7. Knock Sensor Knock sensor adalah komponen mesin yang berfungsi mendeteksi ketukan knocking pada mesin. Ketukan atau knocking terjadi akibat pembakaran yang tidak sempurna, hasilnya akan menimbulkan suara ketukan di dinding silinder mesin. Knock sensor menggunakan bahan piezeo electric yang akan mengeluarkan tegangan saat mendeteksi getaran. Tegangan tersebut dikirimkan ke control module untuk memperbaiki pengapian. Sensor ini terletak di tengah blok mesin, beberapa mesin ada pula yang mengusung dua buah knock sensor. 9. Oil pressure sensor Oil pressure sensor akan mendeteksi tekanan oli didalam mesin, sebelumnya ada komponen bernama oil level switch yang akan mematikan mesin saat ketinggian oli berkurang. Namun komponen ini tidak bekerja efektif saat mesin bekerja. Oil pressure sensor bekerja saat mesin sedang menyala. Saat tekanan oli didalam mesin berkurang, sensor ini akan mengirimkan peringatan ke pengemudi melalui indicator oli. Namun, Jika tekanan oli drop, secara otomatis mesin akan berhenti. 10. Oxygen sensor Sensor selanjutnya, sangat berguna untuk menentukan emisi yang dikeluarkan mesin. Pasalnya, oxygen sensor ini akan mendeteksi kadar oksigen didalam gas buang. Oksigen yang terkandung didalam gas buang mengindikasikan pembakaran yang kurang sesuai. Sehingga, informasi dari sensor ini sangat berguna untuk menentukan pengapian yang lebih sempurna. Biasanya dalam sebuah mesin terdapat dua buah sensor oksigen. Tujuannya, agar pembacaan lebih akurat. 11. WTS Water Temperature Sensor Water temperature sensor WTS atau Engine Coolant Temperature ECT adalah sensor yang berguna untuk mendeteksi suhu air pendingin. Suhu air pendingin mengimplementasikan suhu mesin. WTS akan menjaga suhu mesin tersebut agar tidak berlebihan melalui sistem pendingin. Sinyal dari WTS akan digunakan untuk menghidupkan cooling fan untuk mendinginkan radiator. Biasanya dalam sebuah mesin terdapat dua buah WTS. Pertama terletak sebelum radiator yang berfungsi mendeteksi suhu air pendingin dari mesin. Sensor kedua terletak setelah radiator berfungsi untuk mengoreksi pendinginan dari radiator. 12. Fuel level sensor Sensor ini terletak jauh dari mesin namun, secara tidak langsung berhubungan dengan kinerja mesin. Fuel level sensor akan mendeteksi jumlah bahan bakar didalam tanki bahan bakar. Sinyal dari sensor ini akan dikirimkan ke MID dengan fuel bar. 13. Fuel tank pressure sensor Fuel tank sensor juga terletak jauh dari mesin. Karena komponen ini terletak didalam fuel tank untuk mendeteksi tekanan bahan bakar dalam tanki. Tekanan didalam tanki bahan bakar terbentuk karena uap bahan bakar dan goncangan saat mobil berjalan. Uap ini kemudian diolah menggunakan sistem carcoal canister. 14. Brake pedal sensor Sensor berikutnya juga secara tidak langsung berhubungan dengan kinerja mesin. Brake pedal sensor akan mendeteksi apakah pedal rem berada pada posisi terinjak atau tidak. Pada mobil-mobil matic, pedal rem akan menentukan saat starting. Saat pedal rem tidak terinjak, maka mobil tidak akan bisa strart. 15. Fuel rail pressure sensor Fuel rail pressure sensor adalah komponen sensor yang akan mendeteksi tekanan bahan bakar pada fuel rail di mesin diesel. Sensor ini hanya terdapat pada mesin diesel yang mengusung sistem common rail. Fungsi utama sensor ini adalah untuk menentukan pompa tekanan tinggi untuk memompa agar tidak terjadi over pressure pada fuel rail. Jika tekanan fuel rail berlebihan, berakibat pada penyemprotan bahan bakar di injector juga berlebih yang menyebabkan pembakaran tidak sempurna dan berpotensi merusak injector. Sehingga pada mesin diesel sensor ini terbilang penting. 16. Fuel temperature sensor Sensor ini bertugas untuk mendeteksi suhu pada bahan bakar yang melewati fuel line. Suhu ini nantinya akan mempengaruhi kinerja mesin khususnya mesin diesel. Oleh karena itu, beberapa mesin disesel memiliki pendingin bahan bakar. 17. Fuel line pressure sensor Fuel line pressure sensor adalah komponen yang akan mendeteksi tekanan bahan bakar dalam sistem bahan bakar. Sensor ini bertujuan untuk mengatur kinerja fuel pump sehingga tekanan didalam sistem bahan bakar tidak drop dan tidak berlebih. 18. Refrigerant pressure sensor Refrigerant adalah cairan yang berfungsi untuk menyerap panas latent didalam sistem AC. Untuk membangkitkan tekanan refrigerant, digunakan komlressor AC yang digerakan oleh mesin. Tekanan refrigerant akan diukur oleh refrigerant pressure sensor. Tekanan ini akan mempengaruhi RPM mesin. Saat kompresor AC terhubung secara otomatis, RPM mesin akan meningkat untuk menerima beban kompresor, RPM kembali normal saat tekanan refrigerant mencapai maksimal. 19. Turbo Boost Sensor Sensor ini, hanya terdapat pada mesin yang memiliki turbo dengan variable noozle. Fungsi turbo boost sensor adalah untuk mendeteksi tekanan udara yang disemburkan oleh turbocharger. Tekanan ini tidak boleh kurang dan lebih karena akan berakibat pada performa mesin. Sehingga sensor ini akan mengatur tekanan intake melalui boost pressure control yang lebih familiar dengan sebutan VNT atau VGT. Itulah beberapa sensor yang terdapat pada satu unit mesin. Sensor tersebut memiliki tugasnya masing-masing dan saling mempengaruhi. Sehingga saat salah satu sensor bermasalah, kinerja mesin juga ikut bermasalah. Semoga dapat menambah wawasan tentang dunia otomotif. Facebook Twitter Whatsapp
Persyaratanyang harus dimiliki untuk melakukan perbaikan terhadap gangguan yang terjadi pada mesin EFI yang pertama adalah dengan mengetahui gejala-gejala kerusakan yang terjadi pada msin EFI. Oleh karena itu, dapat ditentukan bagian mana yang harus diperiksa dan diperbaiki. Untuk memahami gejala-gejala gangguan pada mesin EFI yang biasa terjadi.Jelaskan Fungsi Sensor Pada Sistem Efi. Pada dasarnya sistem ini memiliki 3 komponen utama yakni sensor, ECU dan aktuator. Sensor memiliki fungsi untuk mendeteksi keadaan mesin mulai dari bukaan throtle gas, suhu mesin, kevakuman pada intake manifold dan lain sebagainya. Jadi besarnya bahan bakar yang disemprotkan diatur oleh ECU berdasarkan informasi dari sensor sensor pada mesin EFI itu sendiri. Water Temperatur SensorWater Temperatur SensorPada dasarnya sensor pada mesin mobil EFI menggunakan variable resistor atau resistor yang nilai tahananya bisa berubah ubah. Jadi konsep dari sensor sensor tersebut adalah menggunakan variable resistor, dimana ada tegangan input dan tegangan output. . 9 Sensor Sistem EFI Beserta Fungsinya 9 Sensor Sistem EFI Beserta Fungsinya - Sistem EFI Electronic Fuel Injection adalah sistem yang berfungsi untuk melakukan pengontrolan bahan bakar secara elektronik. Ok berikut sensor sensor pada sistem EFI beserta fungsi pendeteksiannya. Sensor ini merupakan tipe sensor putaran. IATS Intake Air Temperatur SensorFungsi Mendeteksi suhu udara yang masuk ke intake manifoldIntake Air Temperatur Sensor ini terdapat di intake manifold. Oksigen SensorFungsi Mendeteksi kadar oksigen didalam gas buangOksigen sensor merupakan jenis sensor koreksi, dimana sensor ini ditempatkan pada bagian exhaust kendaraan. . 4 Fungsi Sensor MAP \Manifold Absolute Pressure\ Fungsi sensor MAP Manifold Absolute Pressure pada mobil ternyata cukup penting. Caranya adalah memanfaatkan selang vakum yang berada di antara sensor MAP dengan intake manifold. Baca Juga 4 Fungsi Intake Manifold Mobil Fungsi sensor MAP yang utama adalah mengukur besarnya tekanan udara di dalam intake manifold sistem pembakaran adalah memanfaatkan selang vakum yang berada di antara sensor MAP dengan intake manifold. Mendeteksi kondisi kevakuman pada intake manifoldFungsi sensor MAP yang selanjutnya adalah untuk mendeteksi kondisi kevakuman pada intake manifold. Menentukan nilai tahanan silicon chip agar injeksi bahan bakar bisa tetap sesuaiBerikutnya, sensor MAP juga bertugas untuk menentukan nilai tahanan silicon chip. . Fungsi Sensor-Sensor Pada Mesin EFI Dan Mengetahui Sistem EFI mempunyai banyak kelebihan dibanding mesin yang menggunakan EFI bekerja dengan mengandalkan kontrol electronic yang dilakukan oleh. Dan MAP ini digunakan untuk mesin EFI type sensor adalah sensor yang berfungsi mendeteksi ketukan knocking pada mesin. Sensor ini akan mematikan mesin saat ketinggian oli pressure sensor bekerja saat mesin sedang menyala. Kerusakan sensor yang terjadi pada mesin EFI akan mengakibatkan mesin tidak dapat bekerja secara optimal. Bahkan untuk kerusakan beberapa jenis sensor mengakibatkan mesin tidak mau hidup untuk mesin - mesin EFI keluaran seorang pengemudi atau yang masih awam, untuk mengetahui kerusakan sensor ini sangat mudah. . 9 Macam Sensor Pada Sistem EFI + Fungsinya Sensor Pada Mesin EFIUntuk pembahasan kali ini, akan kita ulas selengkapnya tentang sensor-sensor yang ada pada mesin EFI. Ketika udara mengalir melewati sensor maka suhu kawat akan turun dan arus listrik yang digunakan untuk memanaskan kawat harus lebih besar. MAP SensorManifold absolute pressure sensor merupakan sensor yang menghitung kevakuman didalam intake manifold setelah katup gas. ECT sensor 1 terletak sebelum radiator, fungsinya untuk mendeteksi suhu air pendingin yang keluar dari mesin. APP sensor khusus DBWAcelerated Pedal Position sensor adalah sensor yang digunakan untuk mengukur sudut pembukaan pedal gas. . sebutkan nama nama dan fungsi sensor pada mesin EFI TPS Throtle Position SensorTPS Throtle position sensor adalah sensor yang akan anda temui berikutnya pada mobil yang telah mengusung sistem EFI. CKPs Crankshaft Position sensorCrankshaft Position Sensor atau disingkat CKPs, adalah sensor yang berfungsi untuk mengetahui kecepatan mesin RPM. Fuel level sensorSensor ini terletak jauh dari mesin namun, secara tidak langsung berhubungan dengan kinerja mesin. Suhu ini nantinya akan mempengaruhi kinerja mesin khususnya mesin diesel. Fungsi turbo boost sensor adalah untuk mendeteksi tekanan udara yang disemburkan oleh turbocharger. . Daftar 19 Sensor Pada Mesin Mobil EFI + Fungsi + Penjelasannya TPS Throtle Position SensorTPS Throtle position sensor adalah sensor yang akan anda temui berikutnya pada mobil yang telah mengusung sistem EFI. Knock SensorKnock sensor adalah komponen mesin yang berfungsi mendeteksi ketukan knocking pada mesin. Sensor ini terletak di tengah blok mesin, beberapa mesin ada pula yang mengusung dua buah knock sensor. Oil pressure sensorOil pressure sensor akan mendeteksi tekanan oli didalam mesin, sebelumnya ada komponen bernama oil level switch yang akan mematikan mesin saat ketinggian oli berkurang. Fuel rail pressure sensorFuel rail pressure sensor adalah komponen sensor yang akan mendeteksi tekanan bahan bakar pada fuel rail di mesin diesel. . Sensor-Sensor Pada Sistem EFI Sensor-sensor pada engine EFI merupakan komponen-komponen yang berfungsi untuk mensensor atau mendeteksi kondisi dari engine sebagai inputan data yang akan dikirim ke ECU, sehingga berdasarkan data-data dari sensor-sensor maka ECU akan memerintahkan actuator untuk bekerja. Knock SensorKnock sensor berfungsi untuk Mensensor atau mendeteksi engine bila terjadi masalah knocking atau ngelitik. Bila terjadi knocking pada engine maka ECU akan memerintahkan timing pengapian untuk dimundurkan sampai tidak terjadi knocking kemudian dimajukan kembali. Crank Angle Sensor atau Crank Shaft Position Sensor dan Cam Angle Sensor atau Cam Shaft Position SensorCrank Angle Sensor atau Crank Shaft Position Sensor berfungsi untuk mendeteksi sudut dari crank shaft atau poros engkol. Sedangkan Cam Angle Sensor atau Cam Shaft Position Sensor berfungsi untuk mendeteksi sudut daricam shaft atau poros nok. . Jelaskan fungsi sensor ckp pada sistem Efi Pada dasarnya komposisi merupakan usaha seorang koreografer untuk memberikan wujud estetik terhadap pengalaman batin yang hendak diungkapkan. Hal t … ersebut tidak terwujud pada.... tari melalui gerak b. seni teater melalui puisi musik melalui nada dan ritme d. seni lukis melalui garis dan warna . Fungsi Sensor-sensor pada Mesin EFI Macam-macam Sensor EFI Sensor-sensor yang terdapat pada mesin EFI meliputi Mass Air Flow MAF sensor, Manifold Absolute Pressure MAP sensor, Throttle Position Sensor TPS, Water Temperatur Sensor, Intake Air Temperatur IAT sensor, Crankshaft Position CKP Sensor, Oxygent Sensor. Sensor memiliki fungsi untuk mendeteksi keadaan mesin mulai dari bukaan throttle gas, suhu mesin, kevakuman pada intake manifold dan lain sebagainya. Jadi besarnya bahan bakar yang disemprotkan diatur oleh ECU berdasarkan informasi dari sensor sensor pada mesin EFI itu sendiri. Mass Air Flow MAF sensorMass Air Flow MAF sensor memiliki fungsi mendekteksi aliran udara volume yang masuk ke intake manifold. Throttle Position Sensor TPSThrottle Position Sensor TPS ini terletak pada throttle body. . Temukanvideo terbaik tentang Penjelasan singkat komponen sistem injeksi (EFI) di mesin K3-VE avanza xenia - daftar letak dan fungsi sensor pada mesin efi toyota avanza , tonton video mobil terbaru, berita industri otomotif di autofun.co.id.
Sensor – Sensor Pada Sistem EFI Beserta Fungsinya – Untuk mobil yang menggunakan sistem EFI Electronic Fuel Injection. Sistem EFI adalah sistem dimana bahan bakar yang masuk ke ruang bakar di kontrol secara elektronik. Sistem bahan bakar EFI tersusun dari 3 komponen utama yaitu sensor, ECU Electronic Control Unit dan aktuator. Sensor pada sistem EFI berfungsi untuk mendeteksi keadaan mesin mulai dari bukaan throtle gas, suhu mesin, kevakuman pada intake manifold dan lain sebagainya. Data dari sensor tersebut kemudian diolah oleh ECU yang kemudian diteruskan ke aktuator. Daftar Isi1 Berikut Sensor Yang Terdapat Pada Sistem EFI Beserta 1. Air Temperatur 2. ECT Engine Coolant Temperature 3. MAP Manifold Absolut Pressure 4. TPS Throttle Position Sensor 5. 6. CKP Crankshaft Position Sensor 7. Top Dead Centre Sensor G-Signal 8. Key Switch Kunci Kontak 9. AC 10. Cooling Fan Relay Berikut Sensor Yang Terdapat Pada Sistem EFI Beserta Fungsinya 1. Air Temperatur Sensor Kepadatan Oxigen dalam udara akan berkurang jika temperatur naik dan bertambah jika temperatur turun. Dalam hal ini jumlah bahan bakar yang di injeksikan tetap, maka campuran gas akan menjadi terlalu kaya pada saat temperatur tinggi dan jika temperatur turun, campuran gas menjadi kurus. Untuk mencegah hal tersebut sebuah sensor temperatur yang mendeteksi temperatur udara masuk dipasangkan di Hose Air Cleaner. Sensor ini mendeteksi temperatur udara masuk dan mengubahnya menjadi signal tegangan ke mudian mengirimnya ke ECU. Komputer menginjeksikan bahan bakar dengan jumlah yang cukup berdasarkan temperatur udara masuk dan kondisi mesin yang di dapat dari input signal-signal sensor lainnya. Air Temperatur Sensor 2. ECT Engine Coolant Temperature ECT Engine Coolant Temperature atau WTS Water Temperature Senor berfungsi untuk mendeteksi suhu pendingin mesin dengan thermistor yang ada di dalamnya, dimana bila dalam kondisi dingin nilai resistannya besar tapi sebaliknya bila panas nilai resistannya kecil. Ketika temperatur air pendingin rendah maka ECT sensor akan mengirimkan signal voltage rendah ke ECU, sebaliknya bila temperatur air pendingin tinggi, ECT Sensor akan memberi signal voltage tinggi ke ECU karena resistannya kecil. Bedasarkan signal ini ECU menambah injeksi bahan bakar saat mesin dingin dan mengurangi bahan bakar pada saat mesin panas. ECT Sensor 3. MAP Manifold Absolut Pressure Pada EFI type D-jetronik, MAP sensor di gunakan untuk mengukur jumlah udara yang masuk ke intake manifold. MAP sensor mendeteksi kevacuman yang ada pada intake manifold dan mengukur secara langsung jumlah udara yang masuk, kemudian mengirim signalnya ke ECU. Ketika kevacuman pada intake manifold tinggi, tegangan output pada MAP sensor rendah, sehingga ECU akan menilai bahwa jumlah udara masuk sedikitdan mengurangi penginjeksian bahan bakar. Ketika kevacuman pada intake manifold rendah, tegangan output pada MAP sensor akan tinggi, sehingga ECU akan menilai bahwa jumlah udara yang masuk banyak dan injeksi bahan bakar di tambah. Manifold Absolut Pressure Sensor 4. TPS Throttle Position Sensor TPS dibuat menyatu dengan Idle Switch dan dipasang pada Shaft Throttle Valve sehingga akan mengikuti gerakan membuka dan menutupnya Throttle Valve. Didalamnya terdapat Variable Resistor yang dapat berubah-ubah nilai resistannya serta switch on-off sebagai Idle Switch untuk mengetahui posisi Throttle Valve pada posisi tertutup penuh idling atau mesin hidup idling ECU mendapat informasi dari Idle Switch dengan mengirimkan signal on ke ECU. Jika pedal gas kita injak Idle Switch akan mengirimkan signal off ke ECU, selanjutnya ECU mendapat informasi dari TPS untuk mengetahui seberapa besar terbukanya Throttle Valve dan menghitung jumlah udara yg masuk sehingga dapat menghitung seberapa banyak bahan bakar yang harus di injecsikan. Throttle Position Sensor TPS 5. Potensiometer Sensor ini berfungsi untuk melakukan penyetelan Idle Mixture setelan bensin secara manual. Didalamnya terdapat Variable Resistor yang dapat berubah-ubah nilai tahanannya jika diputar ke kiri nilai tahannya besar dan sebaliknya. Input yg diberikan sensor ini ke ECU berupa tegangan yang besarnya tergantung dari nilai tahanannya. Jika nilai tahanannya besar, maka input tegangan yang di berikan ke ECU jadi kecil. ECU akan menginjeksikan bahan bakar dengan perbandingan campuran bahan bakar dan udara yang kurus dan sebaliknya. Potensiometer 6. CKP Crankshaft Position Sensor Sensor ini akan meberikan signal Engine Speed dan sudut poros engkol ke ECU sehingga ECU bisa menentukan frequency penginjeksian bahan bakar. Terminal B pada Distributor merupakan Ne-Signal yg masuk ke ECU terminal no. 33. Crank Signal Ne—Signal 7. Top Dead Centre Sensor G-Signal Sensor ini akan mengirimkan signal ke ECU untuk mengetahui posisi piston di cylider no. 1 dalam posisi di atas. Signal ini yang akan memberikan informasi ke ECU untuk memberikan Ijeksi bahan bakar secara berurutan ke tiap cylinder. Terminal A pada distributor merupakan G-Signal yang masuk ke ECU terminal no. 42. Top Dead Centre Sensor G-Signal 8. Key Switch Kunci Kontak Sensor ini akan memberikan informasi ke ECU bahwa mesin dalam keadaan start atau on. Dari input sensor ini ECU akan menginjeksikan bahan bakar sesuai kebutuhan mesin Baik pada posisi start ataupun on. Key Switch Kunci Kontak 9. AC Switch ECU akan mengetahui AC hidup atau tidak dari AC Switch. Pada waktu AC switch on ECU akan mengaktifkan Idle Speed Control Valve untuk membuka lebih besar dibandingkan pada posisi idling sehingga udara dapat masuk lebih banyak dan penginjeksian bahan bakar ditambah sebagai Idle –up AC Switch 10. Cooling Fan Relay ECU akan mengetahui Motor Fan Radiator sedang on atau off dari sensor ini. Ketika Motor Fan Radiator on bekerja ECU akan memerintahkan Idle Speed Control Valve sebagai idle up untuk membuka saluran udara masuk lebih besar, sehingga beban elektrikal pada waktu idling tidak mempengaruhi performance mes Cooling Fan Relay
Sensorini mempunyai peranan penting akan kinerja mesin setiap waktu pada kendaraan sistem EFI, sehingga diperlukannya perawatan dan pengetahuan lebih pengguna dengan komponen WTS. Semoga dapat bermanfaat dalam mengetahu kerja dan fungsi dari sensor WTS. Salam Teknika! Share this post. 1 Response to "Fungsi dan Cara Kerja Water Sensor-sensor yang ada pada sistem EFI berfungsi untuk mendeteksi berbagai kinerja mesin yang nantinya data dari sensor tersebut digunakan sebagai inputan oleh ECU untuk mengontrol aktuator-aktuator. How useful was this post? Click on a star to rate it! Average rating / 5. Vote count No votes so far! Be the first to rate this post.Sensorpada rangkaian sistem EFI berfungsi memberikan informasi berupa data yang berbentuk sinyal yang diolah menjadi sinyal analog ke sinyal digital yang dilaporkan ke ECU. Jenis sensor dilihat dari kemampuan mengirimkan data ke ECU ada 4 yaitu: Sensor Conventional : sensor tingkat rendah karena dia hanya mengirimkan sinyal analog ke ECUAssalamu'alaikum, Sobat Hampir semua kendaraan dengan mesin bensin sekarang sudah menggunakan sistem Electronic Fuel Injection atau lebih dikenal dengan singkatan EFI. Sistem EFI adalah suatu sistem yang dimana bahan bakar yang masuk ke ruang bakar dikontrol secara elektronik yang diatur oleh Elektronic Control Unit ECU. Pada sistem EFI ini memiliki tiga komponen utama yakni ECU, sensor-sensor, dan injektor. Macam-macam Sensor EFI Sensor-sensor yang terdapat pada mesin EFI meliputi Mass Air Flow MAF sensor, Manifold Absolute Pressure MAP sensor, Throttle Position Sensor TPS, Water Temperatur Sensor, Intake Air Temperatur IAT sensor, Crankshaft Position CKP Sensor, Oxygent Sensor. Sensor memiliki fungsi untuk mendeteksi keadaan mesin mulai dari bukaan throttle gas, suhu mesin, kevakuman pada intake manifold dan lain sebagainya. Data dari sensor tersebut kemudian diolah oleh ECU dan kemudian diteruskan ke aktuator. Dalam sistem bahan bakar, aktuatornya adalah injektor yang berfungsi menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar. Jadi besarnya bahan bakar yang disemprotkan diatur oleh ECU berdasarkan informasi dari sensor sensor pada mesin EFI itu sendiri. Lalu seperti apa bentuk sensor tersebut dan apa saja macamnya? Berikut penjelasan selengkapnya. Fungsi Sensor-sensor pada Mesin EFI 1. Mass Air Flow MAF sensor Mass Air Flow MAF sensor memiliki fungsi mendekteksi aliran udara volume yang masuk ke intake manifold. Air flow meter berupa potensio yang dilengkapi dengan pegas pengembali dan measuring plate. Besar kecilnya udara yang masuk akan berpengaruh pada putaran potensiometer. Karena potensiometer berputar maka tegangan output dari potensiometer juga berubah. Besarnya tegangan dari potensiometerini diterima ECU sebagai signal. 2. Manifold Absolute Pressure MAP sensor Manifold Absolute Pressure MAP sensor berfungsi menghitung kevakuman atau tekanan pada intake manifold. Besarnya kevakuman pada intake manifold diubah menjadi nilai tahanan pada MAP sensor. 3. Throttle Position Sensor TPS Throttle Position Sensor TPS ini terletak pada throttle body. Sensor ini berfungsi mendeteksi besarnya bukaan throttle dalam bentuk nilai tahanan. Sama seperti air flow meter, TPS juga menggunakan potensiometer. Cara kerjanya sama, ketika throttle berputar, potensiometer juga berputar dan nilai tahanan juga berubah. Karena nilai tahananya berubah, tegangan yang dikirim ke ECU juga ikut berubah. Nilai tegangan tersebut diterima ECU sebagai signal. 4. Water Temperatur Sensor Water Temperatur Sensor pada prinsipnya sama seperti variable resistor. sensor ini nilai tahananya berubah tergantung pada suhu. Thermistor digunakan pada water temperatur sensor atau WTS untuk mengetahui suhu air pendingin. Semakin dingin suhu air, maka bahan bakar yang disemprotkan semakin banyak. 5. Intake Air Temperatur IAT Sensor Seperti namanya, IATS berfungsi untuk mengetahui suhu udara yang masuk melalui intake manifold. Sensor ini juga berupa thermistor. Semakin dingin suhu udara, maka bahan bakar yang disemprotkan melalui injektor semakin banyak. 6. Camshaft Position CMP Sensor Fungsi Camshaft Position Sensor ini adalah untuk mendeteksi posisi katup-katup terutama katup masuk intake valve yang selanjutnya diteruskan ke ECU untuk menentukan penginjeksian masing-masing silinder. Camshaft Position Sensor dapat mendeteksi posisi piston pada langkah kompresi melalui putaran signal rotor yang diputar langsung oleh camshaft untuk mengetahui posisi pembukaan dan penutupan intake dan exhaust valve. 6. Crankshaft Position CKP Sensor Sensor ini berfungsi untuk mendeteksi putaran mesin dan menentukan timing pengapian. Fungsinya mirip dengan pulser pada sepeda motor. Pada beberapa mobil, sensor ini diletakan dekat poros engkol crankshaft sehingga bernama Crankshaft Position CKP sensor . 7. Oxygent Sensor Oxygen sensor terletak di exhaust manifold untuk mendeteksi kadar oksigen pada emisi gas buang. Sensor ini berfungsi untuk mengetahui apakah campuran bahan bakar sudah tepat atau belum. Hampirsemua pemain sepeda motor terbesar di Indonesia sekarang ini berlomba-lomba menciptakan tunggangan dengan efisiensi bahan bakar yang baik.Terciptanya teknologi EFI yang diperuntukkan bagi sistem suplay bahan bakar ini diklaim lebih irit bahan bakar ketimbang teknologi pendahulunya, karburator.Electronic Fuel Injection (EFI) menggunakan sistem yang SebutkanBagian Bagian Baterai Dan Jelaskan Fungsi Masing Masing sebutkanitu.blogspot.com. komponen fungsinya sebutkan. 9 Sensor Pada Sistem Efi Dan Letak Sensor Tersebut bornfordtough.com. letak. Secret Diagram: Access Wiring Diagram Kelistrikan Mobil diagramqu.blogspot.com. kelistrikan rangkaian skema. Trainer Engine Management System FungsiDan Cara Kerja Oksigen Sensor (O2 Sensor) Pada Mobil EFI,- Oksigen sensor sensor merupakan salah satu komponen pada mobil dengan sistem bahan bakar injeksi. Oksigen sensor pertama kali dikembangkan oleh Robert Bosch dan pertama kali digunakan pada mobil VOLVO diakhir tahun 70 – an . Pada mulanya, oksigen sensor yang digunakan di dunia
Pasangkabel data ke scanner dengan tepat dan kuat. 5. Pasangkan terminal - terminal pada baterai. 6. Setelah itu, nyalakan scanner dengan menekan tombol “power”. 7. Tunggulah sebentar, scanner sedang berproses. 8. Setelah proses selesai, akan muncul pada display Informasi “START” maka pilih dan klik tulisan tersebut..